Pengumuman
" Berisi Info Singkat Buat Mahasiswa Saya "
Jumat, 05 Oktober 2012
Raih Cita-Cita dengan Bidikmisi
10/04/2012
Yogyakarta — Bercerita tentang Phillip Anggo Krisbiantoro adalah bertemu dengan remaja yang kritis, penuh semangat, dan optimis. Lahir dari ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan ayah seorang kuli bangunan, tidak menyurutkan Phillip untuk memiliki cita-cita dan meraihnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Phillip bertutur kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengenai pengalamannya meraih Bidikmisi.
“Dulu saya tidak seberuntung teman-teman untuk masuk Universitas Gajah Mada (UGM)” kata Phillip saat menghadiri Silaturahmi Mendikbud dengan mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di UGM, Yogyakarta.
Pemuda berusia 19 tahun ini terkenang saat orang tuanya melarang melanjutkan kuliah karena alasan tidak punya uang. Awalnya, Phillip meminta uang Rp 150.000 untuk mendaftar ke UGM. Dengan alasan himpitan ekonomi, kedua orang tua tidak memberikan. Tidak hilang akal, Phillip kemudian mencoba cari jalan keluar dengan meminjam kepada guru Biologi. “Saya dikasi Rp 150.000, langsung saya daftar,” terangnya. Seusai mendaftar, Phillip ternyata lulus seleksi.
“Saya langsung bercerita kepada orang tua, tapi saya sedih karena orang tua tidak mendukung karena tidak punya uang,” ujar Phillip terbata-bata.
Perlahan-lahan ia sudah melupakan keinginan untuk berkuliah. Di sela-sela keputusasaannya, muncul secercah harapan dari tetangga yang memberikan pinjaman. “Puji Tuhan, ada yang beri pinjaman dan (pinjaman) itu dapat lunas karena saya dapat Bidikmisi,” ujarnya.
Pasca Bidik Misi
Phillip menganggap, masuk UGM dan mendapatkan beasiswa Bidikmisi bukanlah cita-cita akhir dia. “Saya mau menjadi rektor sepuluh kali lebih hebat dari Pak Pratikno,” ujarnya penuh semangat.
Untuk meraih cita-cita itu, remaja usia 19 tahun ini mengaku sangat penuh perjuangan. “Walau dapat Bidikmisi, makan saya masih kurang karena saya harus membagi uang Bidikmisi dengan adik-adik saya,” terangnya. “Jadi, beasiswa 600 ribu itu saya bagi dua untuk biaya sekolah ketiga adik saya, dan biaya hidup saya,” kata Phillip.
Di akhir cerita, Phillip berpesan kepada 300-an teman-teman yang juga peraih beasiswa Bidikmisi. “Semangat saja untuk teman-teman. Jangan kalah dari saya yang hanya anak seorang pembantu rumah tangga, dan kuli bangunan,” tutupnya. Silaturahmi Mendikbud dengan mahasiswa peraih Bidikmisi di UGM ini juga dihadiri oleh 300-an mahasiswa peraih Bidikmisi. (GG)
Berita Edukasi 04 Oktober 2012
Posted: 04 Oct 2012 02:57 AM PDT
1 ) Ditjen Dikti Evaluasi Otonomi Perguruan Tinggi
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/10/353249/293/14/Ditjen_Dikti_Evaluasi_Otonomi_Perguruan_Tinggi
Kamis, 04 Oktober 2012 14:05 WIB
BANDUNG–MICOM: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan tengah mengevaluasi otonomi perguruan tinggi, sebagaimana isi Undang-Undang (UU) Perguruan Tinggi atau PT Pasal 65 dan 66. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Djoko Santoso evaluasi tersebut bukan bentuk intervensi pemerintah terhadap penyelenggaraan Perguruan Tinggi (PT). “Kami perlu jelaskan (evaluasi) itu bukan bentuk intervensi terhadap penyelenggaraan PT,” jelasnya di Bandung, Kamis (4/10). Djoko menambahkan di dalam isi UU disebutkan, statuta perguruan tinggi PT ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah (PP) atau peraturan menteri. “Di dalam Pasal 65 UU tersebut jelas disebutkan Menteri berwenang mengevaluasi otonomi perguruan tinggi. Bukannya intervensi,” tuturnya. Djoko mengatakan evaluasi yang dimaksud dalam UU tersevbut, pemerintah berencana menaikkan kualitas PT dengan melakukan evaluasi. “Dengan hasil evaluasi ini, pemerintah berharap ke depan otonomi di PT bisa lebih tinggi (keberadaannya),” ujarnya. Ia mengatakan, selain itu setidaknya dapat mencegah terjadinya tindak korupsi intelektual serta turut mengendalikan mutu pendidikan. “UU tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan terhadap mutu dan kualitas pendidikan,” kata Djoko.
***
2 ) ITB Kampus Pertama Pendidikan Anti Korupsi
http://www.jpnn.com/read/2012/10/04/142004/ITB-Kampus-Pertama-Pendidikan-Anti-Korupsi-
Kamis, 04 Oktober 2012 , 11:40:00
GANESA- Kerugian negara tahun 2011 senilai lebih dari Rp152 triliun yang disebabkan oleh korupsi sebetulnya bisa dimanfaatkan untuk memberikan sekolah gratis kepada 271 juta siswa SD dan 221 siswa SMP dalam satu tahun. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPK, Abraham Samad dalam Kuliah Umum “Pendidikan Anti Korupsi” yang diselenggarakan ITB di Gedung Aula Timur Jalan Ganesa, Rabu (3/10). Dikatakannya, pada tahun 2011 lalu total aset dan kekayaan negara yang berhasil diselamatkan KPK lebih dari Rp152 triliun,”Setiap harinya KPK harus menangani 50 kasus korupsi di Indonesia. Kerugian karena korupsi itu kalau dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat bisa digunakan untuk berbagai hal,” paparnya. Beberapa hal yang bisa dimanfaatkan dari hasil korupsi itu dikatakan Samad yakni untuk memberikan 1,57 juta unit rumah sederhana gratis untuk yang membutuhkan, memberikan 14,3 miliar liter susu gratis kepada anak rawan gizi, memberikaan sekolah gratis kepada 271 juta anak SD selama setahun, memberikan sekolah gratis kepada 221 juta siswa SMP selama setahun, memberikan 18,5 miliar liter beras gratis bagi penduduk yang rawan pangan, membangun 1,24 juta unit ruang kelas SD atau membanhun 1,19 juta unit ruang kelas SMP serta memberikan 31,4 juta unit komputer untuk sekolah.
…dst
3 ) Program Pendidikan Karakter Cuma Sebatas Teori
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/04/353232/293/14/Program-Pendidikan-Karakter-Cuma-Sebatas-Teori
Kamis, 04 Oktober 2012 13:00 WIB
JAKARTA–MICOM: Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Rohmani menilai pendidikan karakter yang selama ini digembar-gemborkan pemerintah jangan hanya sebatas teori. “Perlu program yang jelas untuk membangun karakter generasi muda bangsa,” katanya di Jakarta, Kamis (4/10). Menurut dia, tawuran pelajar yang telah menelan korban jiwa 18 orang selama tahun 2012 menjadi bukti jika pendidikan karakter hanya sekadar wacana. “Hampir setiap kementerian ada program pendidikan karakter. Namun tak satu pun yang menyentuh persoalan,” kata legislator yang membidangi masalah pendidikan, kebudayaan, olahraga dan pariwisata itu. Ia mengatakan, pihaknya mulai curiga jika pemerintah tidak memahami hubungan pendidikan karakter dengan esensi pendidikan. Wacana pendidikan karakter, menurut Rohmani, sudah berlangsung enam tahun, namun belum ada tanda-tanda bila hal tersebut mengarah pada perbaikan.
…dst
4 ) Kurikulum Pendidikan
Jangan Lakukan Kekerasan Lewat Kurikulum Baru
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/15360683/Jangan.Lakukan.Kekerasan.Lewat.Kurikulum.Baru
Kamis, 4 Oktober 2012 | 15:36 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Lody Paat menilai pemberlakuan kurikulum pendidikan nasional yang tidak sesuai harapan bisa menjadi salah satu bentuk kekerasan simbolik. Pasalnya, kurikulum seperti pengetahuan kelompok tertentu yang dipaksakan untuk ditanam di kelompok lain. “Ada kekerasan simbolik dalam kurikulum saat kelompok tertentu memaksakan pengetahuannya pada kelompok lain, misalnya anak-anak di Papua yang dipaksa mempelajari Pangeran Diponegoro tetapi tak disuguhi pengetahuan mengenai pahlawan di daerahnya,” kata Lody saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/10/2012). Aktivis Koalisi Pendidikan ini menjelaskan, baginya ada tiga bentuk kekerasan, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, dan terakhir kekerasan simbolik. Kekerasan fisik dan psikis di dunia pendidikan sudah terjadi di awal mulainya peserta didik memasuki jenjang pendidikan yang baru, baik itu pada masa orientasi siswa di sekolah ataupun ospek di jenjang pendidikan tinggi. “Inilah yang harus dipahami betul para pembuat kebijakan di dunia pendidikan. Kurikulum memang perlu, tetapi tak bisa dipatok seluruhnya dari pusat,” tandasnya.
…dst
5 ) Anggaran 20 Persen tidak Mampu Tingkatkan Kualitas Pendidikan
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/03/353067/293/14/Anggaran-20-Persen-tidak-Mampu-Tingkatkan-Kualitas-Pendidikan
Rabu, 03 Oktober 2012 19:59 WIB
BANJARMASIN–MICOM: Upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan bagi warga negara dengan menetapkan anggaran pendidikan sebesar 20% tidak berhasil. “Hingga kini kualitas pendidikan di Indonesia masih jauh dari sasaran dan di lapangan masih banyak kita jumpai masalah mahalnya pendidikan,” kata Anggota Komisi X DPR RI ungkap Dedi Gumelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (3/10). Secara teori, dengan anggaran pendidikan yang begitu besar hingga 20% persen dari total APBN dan APBD, ujarnya, seharusnya seluruh jenjang pendidikan dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi, gratis. Dengan persentase sebesar itu, anggaran pendidikan saat ini mencapai Rp331,8 triliun. Namun, kata Dedi, anggaran sebesar itu tersebar sedikitnya pada 18 kementerian. Dari jumlah itu, Rp128 triliun habis untuk membayar gaji pegawai, termasuk guru. Sementara itu, besarnya anggaran pada Kementerian Pendidikan Nasional ditetapkan hanya Rp70 triliun. Seharusnya, anggaran pendidikan yang besar itu dipusatkan pada Kementerian Pendidikan.
***
6 ) Modus Korupsi di Sektor Pendidikan
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/16104019/Modus.Korupsi.di.Sektor.Pendidikan
Kamis, 4 Oktober 2012 | 16:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sektor pendidikan menjadi salah satu “lahan” yang dianggap “subur” bagi praktik korupsi. Tim Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) merilis, dalam semester I tahun 2012, mulai Januari hingga Juni, tercatat ada 17 kasus dugaan korupsi di institusi pendidikan. Jumlah ini menempati posisi ketiga, setelah kasus dugaan korupsi yang ada di pemerintah daerah dan BUMN/BUMD. “Semakin tingginya anggaran pendidikan menjadi daya tarik tersendiri,” ujar anggota tim Divisi Investigasi ICW Lais Abid, di Kantor ICW, Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2012). Peneliti ICW Febri Hendri menambahkan, dalam sektor pendidikan, modus korupsi yang paling dominan adalah mark up atau penggelembungan harga pada pengadaan barang dan jasa. Febri mengatakan, kasus itu banyak terjadi di daerah dibandingkan universitas atau sekolah yang ada di Ibu Kota. Penyebabnya adalah lemahnya pengawasan, baik internal maupun eksternal pemerintah. “Bayangkan, ada ratusan ribu mata anggaran pendidikan di Indonesia yang hanya diawasi oleh belasan ribu auditor di Irjen Kemdikbud, Inspektorat Provinsi/kabupaten/kota, BPK, BPKP. Sementara pengelolaannya tidak transparan,” papar Febri.
…dst
7 ) Yulianis Akui Proyek di 2 Kementerian Sudah Diatur Sebelum Tender
http://news.detik.com/read/2012/10/04/120711/2054409/10/yulianis-akui-proyek-di-2-kementerian-sudah-diatur-sebelum-tender?n991102605
Kamis, 04/10/2012 12:07 WIB
Jakarta Sidang kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2010 dengan terdakwa Angelina Sondakh menghadirkan saksi Yulianis dan Oktarina Furi. Dalam sidang tersebut, Yulianis mengakui jika proyek-proyek di dua kementerian tersebut sudah diatur sebelum proses tender. Dalam persidangan yang berlangsung sejak pukul 10.15 WIB itu, mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group tersebut memberi keterangan seputar operasional perusahaannya. Dalam penjelasannya itu, Yulianis menyinggung soal adanya penggiringan proyek yang dilakukan Permai Group di dua kementerian. Pernyataan Yulianis ini lantas mengundang pertanyaan majelis hakim. Majelis hakim mencecar Yulianis soal maksud pernyataannya ‘menggiring proyek’. “Apa yang dimaksud menggiring suatu proyek?” tanya ketua majelis hakim Sudjatmiko di Pengadilan Negeri Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jaksel, Kamis (4/10/2012). “Semua proyek yang kita kelola sudah disetting dari awal. Marketing dengan pihak ketiga atau user sudah membicarakan dari awal. Penyetingan barang sudah dibicarakan dari awal,” jawab Yulianis yang mengenakan pakaian serba tertutup dan bercadar.
…dst
8 ) Jagung hibrida UNIB lampaui produksi nasional
http://www.antaranews.com/berita/336748/jagung-hibrida-unib-lampaui-produksi-nasional
Kamis, 4 Oktober 2012 07:52 WIB
Bengkulu (ANTARA News) – Jagung hibrida temuan para penelitian Universitas Bengkulu bisa memproduksi 11 ton per hektare, mengalahkan produksi jagung nasional 4,5 ton per hektare. “Dalam teorinya produksi jagung nasional antara 10-11 ton per hektare, namun kenyataannya hanya 4,5 ton,” kata peneliti jagung hibrida Universitas Bengkulu (Unib) Suprapto, Kamis. Ia mengatakan, hasil temuan penelitian Unib saat ini ada tiga jenis yaitu Sp1,Sp2 dan Supra 1, ketiga jenis jagung itu produksinya cukup tinggi dan hanya menggunakan pupuk organik. Berdasarkan hasil tanam pada lokasi subur yaitu di Rejang lebong dan Kabupaten Kepahiang produksi tiga jenis jagung unggul Unib itu menghasilkan 11 ton per hektare. Sedangkan bila ditanam pada lahan marginal atau lahan tidak subur varitas ini bisa memproduksi 6,5 ton per hektare. Produksi tersebut naik hampir tiga kali lipat dari varitas jagung yang ada di Bengkulu yang rata-rata cukup rendah . Mantan Dekan Fakultas Pertanian Unib itu mengatakan, untuk menghasilkan tiga varitas unggul itu pihaknya mengambil 17 unit sampel jagung.
…dst
9 ) Universitas Pasifik: Unipas, Bukan Unpas
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/09023846/Universitas.Pasifik.Unipas.Bukan.Unpas
Kamis, 4 Oktober 2012 | 09:02 WIB
MOROTAI, KOMPAS.com – Yayasan Perguruan Morotai yang mendirikan Universitas Pasifik akhirnya mengganti nama pendek untuk menyebut universitas yang baru dibuka tersebut. Sedianya Universitas Pasifik disingkat dengan nama Unpas, namun belakangan diganti namanya menjadi Unipas. Alasan, singkatan Unpas sudah ada di Indonesia, yakni Universitas Pasundan, di Bandung. “Jangan sampai salah ya, bukan Unpas lagi tapi Unipas. Karena ada universitas yang juga disingkat Unpas sehingga singkatan nama universitas tidak boleh sama,” ungkap Mohdar S Arif, Ketua Yayasan Perguruan Morotai, Kamis (4/10/2012). Mohdar menambahkan, dibukanya Universitas Pasifik di Morotai dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Pulau Morotai dan Maluku Utara pada umumnya sebagai daerah terluar maupun daerah perbatasan. Sehingga diharapkan angka putus sekolah dapat ditekan.
…dst
10 ) UNIPA Analisa Kesesuaian Lahan di Kuala Kencana
http://www.jpnn.com/read/2012/10/04/141949/UNIPA-Analisa-Kesesuaian-Lahan-di-Kuala-Kencana-
Kamis, 04 Oktober 2012 , 06:50:00
TIMIKA – Presentasi analisis kesesuaian lahan dan pengembangan wilayah pertanian di Distrik Kuala Kencana (KK) Kabupaten Mimika dilaksanakan Rabu (3/10) kemarin di ruang pertemuan Bappeda Mimika, Jalan Cenderawasih (SP 2). Presentasi tersebut dibawakan oleh tim peneliti dari Fakultas Pertanian UNIPA Manokwari yang diketuai oleh Ir Karyoto Sardiamat, MS. Hadir dalam kegiatan presentasi diantaranya Kepala Bappeda Mimika, Adolf Halley, SE MSi, perwakilan dari beberapa instansi teknis seperti Dinas Peternakan Tanaman Pangan dan Perkebunan (Disnaktanbun), Dinas Kehutanan (Dishut). Karyoto dalam presentasinya mengatakan, hal yang melatar belakangi timnya untuk melakukan analisi kesesuaian lahan dan pengembangan wilayah pertanian di Distrik KK adalah bahwa dalam perencanaan pembangunan pertanian suatu wilayah, harus mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA).
…dst
11 ) Karya Ilmiah Sains & Matematika Undip Didorong Go Public
http://kampus.okezone.com/read/2012/10/04/373/699075/karya-ilmiah-sains-matematika-undip-didorong-go-public
Kamis, 04 Oktober 2012 13:09 wib
JAKARTA – Tidak hanya mahasiswa, dosen pun harus aktif dalam penelitian dan publikasi karya ilmiah. Salah satu kampus yang aktif mendorong para dosennya meneliti dan mempublikasikan karya ilmiahnya adalah Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro. Dekan FSM Undip Dr. Muhammad Nur, DEA, menjelaskan, secara internal, pihaknya giat mendorong para civitas academica FSM Undip untuk lebih aktif dalam bidang penelitian. Hal itu tidak hanya pada tingkat nasional, tetapi juga internasional dan mencakup publikasi karya ilmiah hingga pengembangan kemitraan. Salah satu upaya ini ditunjukkan FSM Undip dengan menggelar International Seminar on New Paradigm and Innovation on Natural Sciences and its Application (ISNPINSA). Bahkan, kegiatan yang dihelat perdana pada 2011 lalu ini akan dijadikan agenda rutin tahunan guna pengembangan kerjasama dengan mitra baik dalam maupun luar negeri.
…dst
12 ) Cerdas, Mahasiswa Malang Bentuk Kampung Inggris
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/10/04/353208/293/14/Cerdas-Mahasiswa-Malang-Bentuk-Kampung-Inggris
Kamis, 04 Oktober 2012 11:07 WIB
MALANG–MICOM: Komunitas mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Kota Malang, Jawa Timur, tergabung dalam Sanggar Malang Sinau berbagi kepintaran membentuk kampung Inggris. Mereka melakukan kegiatan mencerdaskan siswa SD, SMP, dan SMA/SMK, termasuk orangtua, dengan membekali materi pendidikan Bahasa Inggris, matematika, lingkungan, dan kesehatan. Bahkan, pendidikan agama dan pemberdayaan ekonomi juga digarap secara serius merambah sampai dengan tingkat rukun tetangga (RT) di setiap kelurahan. Koordinator Divisi Pendidikan Sanggar Malang Sinau Sahril Landare, Kamis (4/10), mengatakan mahasiswa yang terlibat aktif di komunitas ini diantaranya Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang (dulu IKIP Malang), Universitas Islam Malang, Universitas Merdeka, Universitas Kanjuruhan, Universitas Muhammadiyah Malang, dan IKIP Budi Utomo.
…dst
13 ) Mahasiswa UII Studi Kasus Gempa di Bogor
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532030/
Thursday, 04 October 2012
YOGYAKARTA – Kontruksi bangunan yang dibuat tidak standar menjadi penyebab utama rusaknya rumah saat terjadi gempa bumi.Terutama, rumah berdinding batu bata. Apalagi batu bata yang digunakan tersebut juga tidak matang yakni tanpa pembakaran dan langsung ditempelkan. Hal itulah yang ditemukan 11 mahasiswa Manajemen Rekayasa Kegempaan dan Manajemen Konstruksi Magister Teknik Sipil,FTSP,Universitas Islam Indonesia( UII) penerimabeasiswa unggulan biro perencanaan dan kerjasama luar negeri (BPKLN) saat melakukan rekonaisan di Kecamatan Pamijahan, Bogor, Jabar,Kamis (27/9) lalu.
…dst
14 ) Peneliti belum terpacu menghasilkan inovasi
http://www.antaranews.com/berita/336674/peneliti-belum-terpacu-menghasilkan-inovasi
Rabu, 3 Oktober 2012 20:11 WIB
Jakarta (ANTARA News) – Para peneliti belum terpacu untuk menciptakan inovasi-inovasi riset yang menghasilkan paten, sehingga penelitian dilakukan sebatas agar naik pangkat saja. “Peneliti masih berpikir melakukan penelitian untuk naik pangkat, untuk mencari credit point saja. Sehingga mereka cuma menulis di jurnal lokal, presentasi hasil penelitian, dan seminar-seminar,” kata Kepala Badan Litbang Kelautan dan Perikanan Prof. Rizald M Rompas, di Jakarta, Rabu. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa saat ini banyak peneliti Indonesia yang hanya berorientasi seperti itu karena insentif bagi peneliti untuk berinovasi masih sangat rendah. “Seharusnya kita bisa memberi bonus seperti halnya atlet sepakbola. Kalau menang nanti dikasih rumah,” ujarnya mencontohkan. Namun tentu hal itu belum disa dilakukan oleh lembaga-lembaga riset pemerintah, imbuh Prof Rompas. Di sisi lain, peneliti mengaku insentif menghasilkan paten sangat rendah dalam hal pencapaian kredit kerja. “Paten itu kredit kerjanya hanya 5. Itu cuma seperlima dari poin untuk menulis di jurnal, yang diganjar 25 poin kredit kerja,” kata Prof Riset Endang Sri Heruwati yang bersama timnya berhasil mematenkan Antilin, alat tes cepat deteksi formalin.
…dst
15 ) Indonesia Mulai Dianggap Tidak Penting
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/12371023/Indonesia.Mulai.Dianggap.Tidak.Penting
Kamis, 4 Oktober 2012 | 12:37 WIB
KOMPAS.com — Menurunnya minat siswa dan mahasiswa di Australia untuk belajar bahasa ataupun kebudayaan Indonesia seharusnya menjadi bahan introspeksi diri bagi Pemerintah Indonesia. “Kondisi itu berarti kepedulian terhadap Indonesia menurun, dan Indonesia tidak lagi dianggap penting,” kata Guru Besar Studi Asia Tenggara Universitas Murdoch, Australia David Hill, Rabu (3/10), di Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, di sela-sela kegiatan Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIP-BIPA). Dalam konferensi itu terungkap, minat pelajar dan mahasiswa Australia belajar bahasa Indonesia terus menurun. (UTI)
…dst
16 ) Peminat Bahasa Indonesia di Australia Terus Turun
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/03/10013656/Peminat.Bahasa.Indonesia.di.Australia.Terus.Turun
Rabu, 3 Oktober 2012 | 10:01 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com – Peminat bahasa Indonesia di Australia dari tahun ke tahun terus menurun. Selain dipengaruhi iklim politik, hal itu disebabkan maraknya penggunaan bahasa Inggris di Indonesia. Akibatnya, warga Australia tak lagi memandang penting bahasa Indonesia. George Quinn, pengajar Budaya, Sejarah, dan Bahasa dari Australian National University, mengungkapkan hal itu di Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (2/10). Quinn yang merupakan Ketua Australian Society of Indonesian Language Educators datang ke Salatiga menghadiri Konferensi Internasional Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Quinn menyebut realitas itu sebagai permasalahan serius di Australia selama 10 tahun terakhir. “Dari TK hingga setingkat SMA di Australia setiap tahun kehilangan 10.000 siswa yang memutuskan keluar dari kelas Bahasa Indonesia. Di universitas, peminat bahasa Indonesia turun 37 persen dibandingkan 10 tahun lalu,” katanya.
…dst
17 ) Mahasiswa Serbia Minati Bahasa Indonesia
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/04/mbcl96-mahasiswa-serbia-minati-bahasa-indonesia
Kamis, 04 Oktober 2012, 09:51 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Bahasa Indonesia kian diminati masyarakat Serbia khususnya kalangan mahasiswa. Hal tersebut ditandai dengan pengajaran bahasa Indonesia di Fakultas Filologi Universitas Beograd. ”Kalangan mahasiswa umumnya sangat mengepresiasi bahasa Indonesia,” ujar dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Muhamad Adji, kepada Antara London, di Beograd, Kamis. Muhamad Adji mengatakan kerjasama antara Universitas Padjadjaran dan Universitas Beograd diawali pada 2010. Realisasi perjanjian tersebut diwujudkan melalui peran Dubes RI untuk Serbia, Semuel Samson, yang telah melakukan komunikasi secara intensif dengan pihak Universitas Beograd. Sehingga, program pengajaran Bahasa Indonesia akhirnya dapat dilaksanakan.
…dst
18 ) Jangan Khawatir, Visa Pelajar ke AS Mudah Didapat
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/11351521/Jangan.Khawatir.Visa.Pelajar.ke.AS.Mudah.Didapat
Kamis, 4 Oktober 2012 | 11:35 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun ini, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia menyatakan permohonan visa pelajar yang dikabulkan mencapai 90 persen. Oleh karena itu, jumlah pelajar Indonesia di AS terdongkrak hingga 20 persen dalam jangka waktu 10 tahun terakhir. Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Scot Marciel, mengatakan, Pemerintah AS terus mendukung semangat para pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk mengejar ilmu sampai ke “Negeri Paman Sam” itu. Dia pun mengimbau agar para calon pelajar untuk tak ragu lagi dalam mengajukan visa pelajar jika sudah diterima di institusi pendidikan di AS. “Jangan khawatir masalah visa karena kalau lulus di universitas tertentu, pasti akan dikeluarkan visanya,” kata Scot saat membuka Pameran Pendidikan Tinggi Amerika Serikat di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
…dst
19 ) Berminat Belajar di AS? Simak 3 Hal Penting Ini
http://edukasi.kompas.com/read/2012/10/04/12120056/Berminat.Belajar.di.AS.Simak.3.Hal.Penting.Ini
Kamis, 4 Oktober 2012 | 12:12 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Siapa yang mau mendapatkan kesempatan untuk menempuh studi di perguruan tinggi di Amerika Serikat (AS)? Siapa pun bisa memulai mimpi untuk belajar di AS selama memerhatikan tiga hal utama berikut ini. Apa saja? 1. Tentu saja untuk belajar di Amerika, kemampuan bahasa Inggris merupakan syarat utama yang harus dikuasai. Hampir semua program di universitas yang ada di Amerika Serikat meminta hasil TOEFL sebagai salah satu syarat administrasi. Namun tidak semua jurusan yang dituju meminta angka hasil TOEFL yang sama. Untuk itu, sebagai calon mahasiswa harus jeli melihat jurusan dan program apa yang akan dipilih sehingga perlu mempersiapkan hasil TOEFL yang sesuai.
…dst
20 ) SD hanya Enam Mata Pelajaran Saja
http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/berita-pendidikan/12/10/04/mbbv94-sd-hanya-enam-mata-pelajaran-saja
Kamis, 04 Oktober 2012, 01:16 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,BANJARMASIN–Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan kurikulum pendidikan sekolah dasar akan segera diubah menjadi hanya enam mata pelajaran sehingga tidak terlalu memberatkan pelajar. Menurut Musliar usai acara nonton film inspiratif bersama ratusan siswa dan guru di Banjarmasin, Rabu, saat ini kurikulum pendidikan SD sangat luas dan cukup banyak, sehingga pendidikan menjadi tidak fokus atau seakan kehilangan arah. Selain itu, kata dia, siswa SD juga menjadi sangat terbebani dengan berbagai mata pelajaran yang cukup banyak, sehingga banyak kehilangan kesempatan untuk mengenali nilai-nilai lingkungan yang ada. “Saya pernah mendapatkan masukan dari salah seorang tokoh nasional bahwa cucunya yang masih SD setiap berangkat sekolah harus membawa buku satu koper, karena banyaknya mata pelajaran yang harus mereka terima,” katanya.
…dst
21 ) Ketua MK Nilai Pelemahan KPK Terjadi Secara Sistematis
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532214/
Thursday, 04 October 2012
JAKARTA– Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai perilaku nyata untuk melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah terjadi secara sistematis dan berkelanjutan. Setidaknya, pelemahan KPK ini dapat dikatakan sistematis dan berkelanjutan jika ditelisik berdasarkan alur masalah yang dihadapi KKPK sejak kepemimpinan Antasari Azhar. “Jadi kalau kita ikuti alur sejarahnya ini tidak ada ke simpulan lain, bahwa pelemah an KPK itu memang terjadi secara sistematis dan berkelanjutan,” tandas Mahfud MD saat ditemui SINDO dalam ruang kerjanya di gedung MK kemarin. Menurut Mahfud, memang tidak ada orang yang berani secara resmi mengatakan kalau dirinya akan melemahkan fungsi KPK dalam mem berantas tindak pidana korupsi. “Tapi perilakunya itu terlihat sebagai langkah nyata untuk melemahkan KPK itu banyak,” lanjut Mahfud. Mantan Menteri Pertahanan ini menerangkan, setidaknya ada tiga cara yang digunakan untuk melemahkan KPK hingga saat ini. Mahfud menerangkan cara-cara ini terlihat dari upaya dalam memerangi Undang-undangnya (UU) yang diujikan ke MK, lalu mengurangi forum pimpinannya dengan masalah legalitas pemimpin hingga merevisi UU nya seperti sekarang ini.
…dst
22 ) 3 Jurus Melumpuhkan KPK
http://www.tempo.co/read/news/2012/10/04/063433632/3-Jurus-Melumpuhkan-KPK
Kamis, 04 Oktober 2012 | 05:13 WIB
TEMPO.CO , Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD membeberkan jalan untuk ”menggoyang” kedudukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Salah satu caranya adalah dengan melibatkan Mahkamah Konstitusi,” kata Mahfud saat ditemui di Gedung MK, Rabu 3 Oktober 2012. Jurus pertama, seperti yang telah disebutkan Mahfud, adalah dengan mengajukan uji materilUndang-undang No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hingga kini, Mahfud mencatat sudah 14 kali UU KPK diuji supaya dibatalkan karena dinilai inkonstitusional. “Tapi 14 kali pula MK menyatakan KPK sah, konstitusional dan harus didukung,” kata Mahfud. Cara kedua, dengan mempermasalahkan legitimasi pimpinan KPK. Di dalam UU KPK, kata Mahfud, disebutkan KPK dipimpin lima orang secara kolektif kolegial. Namun realitanya, menurut dia, kepemimpinan itu dikecilkan. Pengecilan kepemimpinan KPK yang dimaksud Mahfud, misalnya terjadi saat mantan Ketua KPK Antashari Azhar ditahan atas kasus pembunuhan. Pasca-kejadian itu, kata Mahfud, DPR lewat Komisi III langsung menyatakan bahwa KPK sudah tidak punya legitimasi lagi karena kolektif kolegialnya habis.
…dst
23 ) KPK Selamatkan Rp 150 Triliun dari Koruptor
http://www.tempo.co/read/news/2012/10/03/063433520/KPK-Selamatkan-Rp-150-Triliun-dari-Koruptor
Rabu, 03 Oktober 2012 | 16:04 WIB
TEMPO.CO, Bandung – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, mengatakan KPK sudah menyelamatkan sedikitnya Rp 153 triliun uang negara yang berpotensi dikorupsi sepanjang 2011. Selebihnya, di kantong koruptor, diperkirakan masih tercatat triliunan rupiah. Jika dikonversi, Rp 153 triliun yang berpotensi dikorupsi itu bisa dipakai untuk meringankan beban hidup masyarakat. Dari hitung-hitungan Bidang Penelitian dan Pengembangan KPK, uang sebanyak itu bisa diwujudkan dalam bentuk 1,5 juta rumah sederhana gratis. Duit itu bisa juga untuk pembagian 14,3 miliar liter susu gratis bagi anak kurang gizi. “Bisa pula dipakai untuk alokasi sekolah gratis buat 271 anak SD selama setahun, atau 221 juta siswa SMP,” kata Abraham saat memberi kuliah umum di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Oktober 2012.
…dst
24 ) ADB: Pertumbuhan Indonesia 6,3 Persen pada 2012
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/10/04/78630/adb_pertumbuhan_indonesia_63_persen_pada_2012/#.UG1HvK7dZ6E
04 Oktober 2012 Pkl.00:12 WIB
(Ant/Herka Yanis Pangaribowo). Pekerja mengerjakan pembangunan sebuah pusat perbelanjaan di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/10). Asia Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 mencapai 6,3% dengan asumsi pertumbuhan pada kuartal IV/2012 ini dapat melaju cepat, sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013 diprediksi ADB dapat mencapai 6,6%. Jakarta, (Analisa). Bank Pembangunan Asia (ADB) mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2012 dari sebelumnya 6,4 persen menjadi 6,3 persen karena terjadi perlambatan ekonomi di kawasan Asia. “Karena pengaruh perkembangan ekonomi global dan kawasan Asia yang mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sedikit melambat,” ujar Ekonom Senior ADB Edimon Ginting dalam pemaparan di Jakarta, Rabu (3/10). Edimon mengatakan pertumbuhan turun karena adanya perlambatan ekspor karena pengaruh Eropa, namun investasi diperkirakan membaik yang disertai optimisme terhadap perbaikan iklim bisnis. “Pertumbuhan ekspor yang melemah digantikan dengan cepat oleh pertumbuhan investasi, baik swasta maupun pemerintah,” ujarnya. Menurut dia, tren pertumbuhan investasi yang cukup tinggi diperkirakan akan terus berlanjut pada 2013 karena tingkat kepercayaan dari sektor dunia usaha masih tetap tinggi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.